Cinta ku milik ratuku

Mataku  melingas mencari kelibat seseorang yang sangat kukenali. Aku melangkah laju khuatir kiranya tidak ketemu dengan wanita itu. Pandanganku tertancap pada sesusuk tubuh yang melangkah perlahan seolah hilang arah.

“Mazit” gadis itu menoleh tatkala namanya dipanggil.

“Azran…” terlihat bibir mungil itu menyebut namaku perlahan dan dengan wajah serba salah Mazita apabila melihat aku menghampirinya. Perutnya yang memboyot diusap perlahan dan wajahnya yang menyeringai kepenatan ku pandang dengan belas dan rasa tidak percaya. Ah! rindunya aku pada teman baikku ini. Tapi kasihan pula melihat dia berdiri begini.

“Jom minum dekat cafe sana. Aku tengok kau macam tak larat je ni” pelawaku sambil mengambil beg plastik yang dipegang gadis itu.

Aku melangkah beriringan dengan Mazita atau nama penuhnya Mazita Illyani binti Mazlan ke Cafe Senyum.  Sesekali mataku menjelajah wajah manis tanpa sebarang solekan, walaupun sedikit pucat tapi masih cantik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s